Pertanian Terpadu

Model Pertanian yang Tumbuh dan Berkelanjutan untuk Indonesia

Apa itu Pertanian Terpadu?

Pertanian Terpadu adalah sistem pemanfaatan lahan berkelanjutan dari Agro Investama yang menggabungkan tanaman tahunan (kelapa sawit, kelapa) dengan tanaman pangan musiman (padi ladang, jagung). Pendekatan yang beragam ini meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki kesehatan tanah, mengurangi ketergantungan pada input kimia, dan membangun agroekosistem yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Pertanian Terpadu Agro Investama adalah sistem pemanfaatan lahan berkelanjutan yang menggabungkan tanaman tahunan (kelapa sawit, kelapa) dengan tanaman pangan musiman (padi ladang, jagung). Pendekatan ini meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki kesuburan tanah, mengurangi penggunaan bahan kimia, dan membangun agroekosistem yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.

Sumber Pendapatan Beragam

Produktivitas Optimal

Sistem tanam yang beragam menghasilkan output per hektar lebih tinggi dibandingkan monokultur.

Biostimulan mengurangi kebutuhan pupuk kimia, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah.

Kombinasi tanaman tahunan dan musiman memberikan pendapatan yang lebih stabil dan aman.

Sisa organik didaur ulang, meningkatkan struktur tanah dan mengurangi limbah.

Agroekosistem yang beragam lebih mampu beradaptasi terhadap cuaca ekstrem dan tekanan hama.

Cakupan Lahan Agro Investama

Agro Investama Group mengelola salah satu portofolio lahan pertanian terpadu terbesar di Indonesia, dengan total lebih dari 52.000 hektar di Sumatera dan Kalimantan.

Komposisi lahan meliputi:

  • 52.120 ha — lahan operasional berizin
  • 17.430 ha — lahan HGU yang siap dikembangkan
  • 11.265 ha — lahan yang sudah ditanami dan dalam produksi aktif
  • 12.289 ha — lahan belum ditanami untuk perluasan, agroforestri, dan konservasi

“Basis lahan yang dapat diperluas ini memungkinkan program pertanian berkelanjutan jangka panjang yang sejalan dengan tujuan ketahanan pangan nasional.”

Cara Pertanian Terpadu Mengoptimalkan Pemanfaatan Lahan

Setiap kategori lahan memiliki peran spesifik:

  • Lahan yang ditanami menyediakan pasokan buah dan tanaman tahunan untuk agroindustri.
  • Lahan belum ditanami mendukung tanaman pangan, integrasi peternakan, dan proyek bioenergi.
  • Zona penelitian menguji kombinasi tanaman baru dan teknik pengelolaan tanah.
  • Area konservasi menjaga keanekaragaman hayati dan ketahanan lahan jangka panjang.

Kombinasi ini menciptakan ekosistem produksi yang holistik, produktif, dan berkelanjutan.

Bagaimana Pertanian Terpadu Bekerja

Rangkaian proses ekstraksi yang bersih dan berbasis sains:

1. Pemilihan rumput laut segar

Dipanen dari ekosistem laut Indonesia yang kaya.

2. Pemrosesan tekanan tinggi

Rumput laut dikompresi di bawah tekanan yang terkendali.

3. Ekstraksi suhu rendah

Komponen yang sensitif terhadap panas tetap terjaga.

4. Pecah sel (cell burst)

Teknologi canggih membuka bagian dalam nutrisi.

5. Ekstrak rumput laut berkualitas tinggi

Dikonsentrasikan dan siap untuk aplikasi lanjutan.

Hasilnya adalah nutrisi alami dalam bentuk cair yang ideal untuk tanah dan tanaman.

Teknologi Kami

Kami mengembangkan teknologi agro ramah lingkungan untuk mewujudkan agroindustri yang lebih cerdas, bersih, dan berkelanjutan.
Inovasi kami dirancang untuk meningkatkan efisiensi, menurunkan dampak lingkungan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi petani dan masyarakat.

SPOT

SPOT (Steamless Palm Oil Technology) adalah teknologi pengolahan sawit generasi baru yang menggantikan proses basah berbasis uap yang telah digunakan...

CELLNOVA

CellNova adalah teknologi ekstraksi rumput laut yang bekerja pada tekanan tinggi dan suhu rendah.

Pertanian Terpadu

Pertanian Terpadu Model Pertanian yang Tumbuh dan Berkelanjutan untuk Indonesia Cara Pertanian Terpadu Mengoptimalkan Pemanfaatan Lahan Apa itu Pertanian Terpadu?...