
Agenda hilirisasi kelapa sawit nasional kini memasuki babak baru yang lebih strategis dan berkelanjutan. Kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. H. Rachmat Pambudy, MS, ke Teaching Plant Steamless Palm Oil Technology(SPOT) di Kampus INSTIPER Yogyakarta pada Sabtu, 5 September 2026, menandai momentum penting dalam transformasi sektor hulu hingga hilir agro Indonesia.
Saat berdiskusi langsung di lokasi, Menteri PPN mengungkapkan apresiasinya setelah melihat efisiensi teknologi pengolahan inovatif yang dikembangkan oleh Agro Investama Group. “Saya ini sudah beberapa bulan dapat tugas dari Presiden tapi nggak ketemu jawabannya. Hari ini saya ketemu jawabannya,” ujar beliau. Beliau menegaskan bahwa mandat hilirisasi sawit harus dimulai dari pembenahan sektor hulu agar prosesnya semakin efisien, hemat sumber daya, dan ramah lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Agro Investama Group Petrus Tjandra menjelaskan bahwa teknologi SPOT didesain untuk mendobrak cara konvensional pengolahan sawit. Dengan memasukkan material yang sudah berupa brondolan—sementara janjang tetap ditinggal di kebun sebagai pupuk organik—pabrik ini meniadakan stasiun perebusan (sterilizer) bertekanan tinggi. “Tidak adanya stasiun perebusan membuat pabrik ini akan rendah konsumsi air dan tidak akan menghasilkan limbah cair kelapa sawit,” ungkap Petrus Tjandra. Ketiadaan limbah cair ini sekaligus berkontribusi langsung terhadap rendahnya emisi karbon serta terjaganya kandungan nutrisi penting seperti Vitamin A dan E.
Melihat potensi besar tersebut, Menteri PPN menyatakan akan mendeklarasikan konsep baru mengenai minyak sawit yang dihasilkan melalui proses produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan prinsip low water consumption, low energy consumption, low carbon emission, and high nutrient.
Bagi kami di Agro Investama Group, terobosan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong ekosistem pertanian modern yang tidak hanya mengejar produktivitas tinggi, tetapi juga mengedepankan kelestarian lingkungan dan efisiensi sumber daya demi memperkuat daya saing sawit Indonesia di kancah global.






