Agro Investama Group Catat Sejarah: Ekspor Perdana Pupuk Rumput Laut Indonesia ke Jepang Resmi Diluncurkan

Agro Investama Group hari ini mencatat tonggak bersejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang berhasil mengekspor pupuk berbahan dasar rumput laut ke Jepang. Pelepasan ekspor perdana dilakukan dari Pabrik Liquid Seaweed Fertilizer di Ketapang, Lampung Selatan, 20 November 2024. Hal ini menjadi pembuktian bahwa inovasi petani dan pelaku usaha lokal mampu bersaing dan menembus pasar internasional.

Keberhasilan ekspor ini merupakan hasil kolaborasi jangka panjang antara PT Agro Investama Group yang dipimpin Direktur Utama Petrus Tjandra, dan Pemerintah Jepang melalui Overseas Fishery Cooperation Foundation (OFCF). Melalui kerja sama ini, dibangun fasilitas produksi modern berbasis zero waste yang mengolah rumput laut menjadi pupuk organik cair, pupuk padat, hingga produk turunan rumput laut untuk bahan pangan.

Pabrik yang mulai beroperasi sejak Oktober 2023 ini menjadi pabrik pupuk rumput laut pertama dan terbesar di Lampung, salah satu daerah penghasil rumput laut utama di Indonesia.
Kehadirannya menegaskan komitmen Agro Investama Group dalam mendorong transformasi pertanian berkelanjutan melalui inovasi hijau dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Menurut Petrus Tjandra, Indonesia sebagai negara agraris justru masih menghadapi persoalan besar terkait pemenuhan kebutuhan pupuk nasional.

“Kebutuhan pupuk dalam negeri belum terpenuhi sehingga kita masih harus impor. Petani kesulitan pupuk—langka, mahal, dan tidak stabil. Padahal, rumput laut memiliki semua unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman,” jelas Petrus.

Dengan potensi rumput laut yang melimpah dan keberlanjutan yang tinggi, Agro Investama Group menggandeng investor Jepang untuk ikut membangun industri pupuk rumput laut ini di Lampung. Jepang dikenal sebagai negara yang konsisten mengusung filosofi pertanian ramah lingkungan dan kembali ke alam (sustainable & back to nature agriculture), sehingga kolaborasi ini menjadi sangat selaras.

Produksi pupuk rumput laut Agro Investama Group juga mengedepankan prinsip zero waste, memanfaatkan seluruh bagian rumput laut tanpa menyisakan limbah. Selain ramah lingkungan, industri ini juga memberdayakan tenaga kerja lokal, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

“Dari sisi perdagangan, upaya membuka akses ekspor Indonesia ke Jepang terus diperluas. Ekspor perdana pupuk rumput laut ini membuka jalan bagi lebih banyak produk lokal berkualitas untuk masuk ke pasar Jepang,” tambah Petrus.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Makmur Hidayat, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung.

“Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif Agro Investama Group. Selain berdampak pada pemberdayaan masyarakat pesisir, pabrik ini juga diharapkan membantu menjawab persoalan kelangkaan pupuk di Lampung.

Produk biostimulan rumput laut ini menjadi kontribusi nyata terhadap program swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Ekspor perdana pupuk organik rumput laut ini bukan hanya menandai keberhasilan komersial, tetapi juga menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghasilkan inovasi pertanian berkelanjutan yang memenuhi standar internasional. Di tengah meningkatnya permintaan global terhadap pupuk organik dan biostimulan, Agro Investama Group berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai pelopor green agriculture, pupuk hayati berkualitas, dan industri rumput laut zero waste di Indonesia.

Tonggak sejarah ini menjadi awal dari babak baru bagi agritech Indonesia—di mana kekuatan lokal, inovasi hijau, dan kolaborasi internasional berpadu untuk membawa produk Indonesia ke panggung dunia.