
Cibubur, 10 November 2025 — Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, Gerakan Pramuka Kwartir Nasional bersama Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI), dengan dukungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, serta Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), melaksanakan Tanam Perdana Kedelai di Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta), Cibubur.
Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaboratif untuk mengembalikan kejayaan tanaman kedelai Indonesia, komoditas yang memiliki nilai sejarah, gizi, dan ekonomi tinggi bagi masyarakat. Inisiatif ini juga merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian petani nasional.
Ketua Bidang Kedelai DPN HKTI, Bapak Petrus Tjandra, yang menjadi penggagas kegiatan ini, menyampaikan bahwa kedelai memiliki posisi istimewa dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
“Kita semua tumbuh bersama tahu, tempe, dan susu kedelai. Namun ironisnya, sebagian besar kedelai yang kita konsumsi masih impor dan berjenis GMO (Genetically Modified Organism),” ujarnya.
FAO sendiri tidak merekomendasikan konsumsi kedelai GMO secara luas. Karena itu, langkah strategis ini diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kedelai lokal sebagai sumber protein nabati unggulan dan membuka peluang ekonomi baru bagi petani dalam negeri.
Program Tanam Perdana ini diawali dengan penanaman di lahan seluas 5 hektare di kawasan Buperta. Hasil panen dari lahan percontohan tersebut akan dijadikan benih bersertifikat yang nantinya mendukung program nasional pembukaan lahan kedelai seluas 75.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan untuk menekan impor kedelai, memperluas lahan tanam produktif, serta membangkitkan kembali minat generasi muda dan petani dalam mengembangkan komoditas kedelai nasional.
Acara Tanam Perdana ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, antara lain:
– Maj. Gen. (Ret.) Bachtiar Utomo, Executive Chairman of HKTI and Secretary-General of Gerakan Pramuka
– H. Mulyadi Jayabaya, S.E, Deputy Chair for Food Affairs at KADIN Indonesia, along with KADIN Bogor delegation
– Representatives from the Directorate General of Food Crops
– Prof. Ageng and the FAO delegation
– Petrus Tjandra and members of DPN HKTI
– 36 members of the Pinggir Buperta Farmers Group
Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan sinergi pentahelix antara pemerintah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.
Momentum Hari Pahlawan dipilih sebagai simbol semangat juang untuk berdiri di atas kekuatan sendiri, mengembalikan kebanggaan bangsa terhadap produk pertanian nasional. Melalui gerakan ini, para pihak berharap Indonesia dapat kembali berjaya sebagai negara penghasil kedelai unggul, sekaligus menunjukkan bahwa kemandirian pangan adalah bentuk kepahlawanan masa kini.







