
DEPOK, SAWIT INDONESIA — Upaya pengembangan produk minyak sawit bernilai tinggi dan berfokus pada kesehatan terus berkembang di Indonesia. PT Nusantara Green Energy (NGE) resmi menjalin kolaborasi penelitian dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Unit Kerja Khusus Lembaga Sains Terapan (UKK LST). Kemitraan ini bertujuan untuk memajukan studi ilmiah dalam pengembangan Steamless Palm Oil (SPO) sebagai minyak sawit bernutrisi tinggi yang kaya fitonutrien alami untuk kesehatan manusia, sekaligus menjadi solusi potensial dalam menurunkan angka stunting dan malnutrisi.
NGE menekankan bahwa keahlian multidisipliner FMIPA UI memberikan dukungan kuat untuk penelitian teknologi minyak sawit generasi berikutnya. Proses steamless palm oil, yang menghilangkan penggunaan boiler dan uap, menawarkan emisi karbon jauh lebih rendah dan membutuhkan investasi modal lebih rendah untuk pengembangan pabrik. Teknologi ini dirancang untuk mempertahankan nutrisi alami pada buah kelapa sawit—nutrisi yang biasanya hilang dalam pengolahan CPO konvensional dan semakin berkurang selama proses pemurnian.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian penelitian bersama antara UKK LST FMIPA UI dan PT NGE pada 27 September 2022 di Laboratorium Riset Multidisipliner UI. Program penelitian akan berfokus pada eksplorasi bahan baku dan pengembangan produk inovatif berbasis kelapa sawit untuk kesehatan dan farmasi, sambil tetap mempertahankan integritas fitonutrien SPO.
Dalam acara tersebut, pimpinan NGE menekankan pentingnya memperkuat kapasitas Indonesia dalam penelitian dasar untuk menghasilkan inovasi yang memiliki dampak komersial dan sosial. Dengan peta jalan yang jelas dan sinergi akademik–industri yang berkelanjutan, Indonesia berada pada posisi yang kuat untuk mengembangkan teknologi berbasis sawit yang mendukung perbaikan kesehatan masyarakat sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi komunitas lokal.
Indonesia telah menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia sejak 2006, dengan luas perkebunan mencapai 16,38 juta hektar pada 2020. Minyak sawit mentah secara alami mengandung karotenoid (pro-vitamin A), tokoferol dan tokotrienol (vitamin E), fitosterol, dan fitonutrien bermanfaat lainnya. Namun, metode pengolahan industri saat ini umumnya merusak nutrisi tersebut. Pengembangan Steamless Palm Oil Technology (SPOT) dan Impurities Removable Unit (IRU) bertujuan untuk mempertahankan senyawa alami ini, sehingga memungkinkan terciptanya produk sawit bernilai tinggi dan lebih sehat.
Stunting tetap menjadi prioritas kesehatan nasional, dengan defisiensi vitamin A sebagai salah satu faktor penyebabnya. Program percepatan pengurangan stunting pemerintah—yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 72/2021—menegaskan urgensi peningkatan akses nutrisi. Melalui penerapan SPO di sektor kesehatan dan farmasi, kolaborasi NGE–UI bertujuan berkontribusi pada target nasional tersebut sekaligus membuka peluang produk bernilai tambah baru bagi industri kelapa sawit Indonesia.







